Senin, 08 Februari 2010

JARINGAN KOMPUTER

KOMPONEN-KOMPONEN JARINGAN KOMPUTER

Untuk dapat menghubungkan komputer dalam sebuah jaringan, ada beberapa komponen yang biasa digunakan diantaranya:

1. Kartu Penghubung Jaringan (Network Interface Card=NIC)
2. Repeater
3. HUB
4. Switch
5. Bridge
6. Router

Network Interface Card (NIC)

Kartu antarmuka jaringan (Network Interface Card) yang disingkat NIC merupakan peralatan utama dari jaringan yang harus ada pada setiap komputer untuk dapat berkomunikasi. Ada beberapa macam Network Interface Card yang bisa digunakan pada komputer IBM dan kompatibelnya, diantaranya yang sering digunakan adalah:

Ethernet
Archnet
Token Ring

Dari ketiga macam tersebut yang paling banyak digunakan adalah Ethernet.

Network Interface Card (NIC)

Ethernet Card :

Dikembangkan oleh Xerox Corp. pada tahun 1970-an, kemudian menjadi sangat populer tahun 1980-an karena diterima sebagai standar IEEE 802.3

Cara kerja Ethernet adalah berdasarkan broadcast network, yaitu setiap node menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh sebuah node.



FUNGSI NETWORK INTERFACE CARD=NIC :

Mempersiapkan data dari komputer agar dapat dilewatkan ke media penghubung.

Mengirim data ke komputer lain.

Mengontrol aliran data antarkomputer dan sistem perkabelan.

Ethernet menggunakan metode CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection) baseband.



Metode CSMA/CD dapat dijelaskan sebagai berikut :

Sebelum mengirimkan paket data, setiap node melihat apakah setiap network juga sedang mengirim paket data.
Jika network sedang busy, node tersebut menunggu sampai tidak ada lagi paket data yang dikirimkan oleh node.
Jika suatu saat network sepi, barulah node tersebut mengirimkan paket datanya.
Jika pada saat yang bersamaan ada dua node yang mengirimkan paket datanya, maka terjadi tabrakan/collision.
Dideteksi oleh ethernet card dengan cara mengukur tegangan kabel, jika tegangan kabel melewati batas tertentu, maka telah terjadi collision)
Jika collision terjadi, maka masing-masing ethernet card berhenti memancarkan dan kemudian menunggu dengan selang waktu yang random/acak untuk mencoba mengirimkan paket data kembali.
Karena selang waktu pengiriman paket data yang acak ini, maka kemungkinan collision lebih lanjut menjadi semakin kecil.

Oleh sebab itu umumnya jaringan Ethernet dipakai hanya untuk transmisi half-duplex, yaitu pada suatu saat hanya dapat mengirim atau menerima saja.
Karena dalam satu jaringan terdapat banyak ethernet card, maka harus ada metode untuk membedakan masing-masing ethernet card tersebut.
Oleh karena itu pada setiap ethernet card tertera kode khusus sepanjang 48 bit, yang dikenal sebagai ethernet address.
Besar bandwith maksimum yang dapat dikelola oleh ethernet adalah 10 dan 100 Mbps.
Untuk jaringan ethernet ber-bandwith 10 Mbps, digunakan kabel UTP kategori 3, atau kabel coaxial RG 58,
Sedangkan untuk bandwith 100 Mbps, digunakan kabel UTP kategori 5.

Repeater

Fungsi utama repeater adalah untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel LAN lalu memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel LAN yang lain.
Dengan cara ini jarak kabel antara dua komputer dapat diperjauh.







HUB

Bentuk fisik Hub adalah seperti sebuah kotak yang memiliki banyak konektor RJ45 female.

Setiap konektor pada hub dapat dipasang kabel UTP yang telah di beri konektor RJ45 male pada ujungnya.

Hub sebenarnya adalah sebuah “multiport repeaters’ yang menghubungkan kabel UTP yang disusun dengan topologi star.

Seperti pada repeater, hub hanya bekerja pada level tegangan listrik, yaitu memperkuat sinyal listrik yang masuk, lalu mengeluarkannya dengan kuat tegangan listrik seperti awal.

Hub sama sekali tidak melakukan “traffic control” sehingga jika terlalu banyak port pada hub yang dipakai (misalnya 32 port), maka kinerja jaringan akan turun disebabkan seringnya terjadi collision antar-ethernet card.

Antara 1 hub dengan lainnya dapat di hubungkan melalui kabel coaxial atau UTP yang di crosslink,

Biasanya ada 1 buah port yang dilengkapi switch untuk menjadikannya sebagai port crosslink, sehingga dapat menggunakan kabel UTP biasa untuk menghubungkan 1 hub dengan hub lainnya.

Hub hanya memiliki satu domain collision, maka semua peralatan yang berhubungan dengan suatu hub menggunakan satu domain collision secara bersamaan walaupun peralatan dihubungkan ke port-port yang berlainan dari hub.





Switch

Seperti bridge, switch juga bekerja di lapisan data link
Memiliki keunggulan setiap port di dalam switch memiliki domain collision sendiri-sendiri.
Switch sering disebut juga multi-port bridge.
Switch mempunyai tabel penterjemah pusat yang memiliki daftar penerjemah untuk semua port.
Switch menciptakan Virtual Private Network (VPN) dari port pengirim dan port penerima sehingga jika dua host sedang berkomunikasi lewat VPN tersebut, mereka tidak mengganggu segment lainnya.
Jika satu port sedang sibuk, port-port lain tetap dapat berfungsi.
Penggunaan switch semakin populer terutama dengan harganya yang semakin terjangkau.


Switch memungkinkan transmisi full-duplex untuk hubungan port ke port
Pengiriman dan penerimaan dapat dilakukan bersamaan dengan menggunakan VPN
Persyaratan untuk dapat mengadakan hubungan full-duplex adalah hanya satu komputer atau server saja yang dapat dihubungkan ke satu port dari switch (satu segmen per node).
Komputer harus memiliki network card yang mampu mengadakan hubungan full-duplex,
Collision detection dan loopback harus disable




Switch



Bridge

Bridge digunakan untuk memisahkan jaringan yang luas menjadi sub-jaringan yang lebih kecil dan bekerja di lapisan data link.

Beberapa bridge mempelajari alamat ethernet setiap device yang terhubung dengannya dan mengatur alur frame berdasarkan alamat tersebut.

Bridge dapat digunakan untuk menghubungkan jaringan yang menggunakan metode transmisi berbeda dan/atau medium akses kontrol yang berbeda, misalnya bridge dapat menghubungkan ethernet baseband dengan ethernet boardband, dan sebagainya.

Mekanisme yang digunakan oleh bridge disebut mekanisme frame filtering, yaitu frame yang diterima disimpan sementara di bridge dan kemudian di forward ke workstation pada LAN lainnya.

Bridge




Router

Router memiliki kemampuan untuk melewatkan paket IP dari satu jaringan ke jaringan lain yang mungkin memiliki banyak jalur diantara keduanya.

Router-router yang terhubung di Internet memiliki algoritma routing terdistribusi yang digunakan untuk memilih jalur terbaik yang dilalui paket IP dari satu jaringan ke jaringan lain.

Router umumnya digunakan untuk menghubungkan sejumlah LAN, sekaligus mengisolasikan trafik data antara LAN satu dengan lainnya.

Jika dua atau lebih LAN terhubung dengan satu router, maka setiap LAN akan dianggap memiliki subnetwork yang berbeda.

Router dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu
1. Router dedicated (router buatan pabrik, misalnya Cisco http://www.cisco.com, 3Com http://www.3com.com )
2. PC Router. Sebuah PC dapat dikatakan sebagai PC Router jika PC tersebut memiliki lebih dari satu network interface dan PC tersebut memiliki kemampuan mem-forward paket IP.

Router




MEDIA PENGHUBUNG DAN INTERFACE JARINGAN

Media yang biasa digunakan dalam jaringan komputer terdiri dari teknologi kabel dan wireless.

Kabel merupakan media penghubung yang paling banyak digunakan pada LAN. Ada beberapa macam kabel yang digunakan pada jaringan, diantaranya adalah:

a. Kabel Twisted Pair (belitan ganda). Ada dua jenis kabel yaitu:
- Unshielded Twisted Pair = Kabel belitan ganda tak berpelindung
- Shielded Twisted Pair = Kabel belitan ganda berpelindung.

b. Kabel Coaxial

c. Kabel Fiber Optic (serat optic)

Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)

Karakteristik dari kabel unshielded twisted pair (UTP) adalah sebagai berikut:
Kabel twisted pair adalah kabel-kabel yang disusun berpasangan dan di twist satu sama lain.
Untuk kabel jenis UTP, terdiri atas empat pasang (delapan buah kabel).
Kabel UTP kategori 3, dapat melewatkan data dengan bandwith sampai 10 Mbps.
Kabel UTP kategori 5, dapat melewatkan data dengan bandwith s.d 100 Mbps.
Kabel UTP kategori 5e dan 6, dapat melewatkan data dengan bandwith s.d Gbps.
Hanya dapat melewatkan satu channel data (baseband), karena itu dibutuhkan konsentrator untuk menghubungkan satu node dengan node yang lain.
Konsentrator yang digunakan biasanya berupa HUB atau SWITCH.
Panjang kabel maksimum (ideal) adalah 100 meter.

Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)




Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)

Standar Warna Kabel UTP adalah Putih Orange/Orange, Putih Hijau/Hijau, Putih Biru/Biru dan Putih Coklat/Coklat.
Untuk menghubungkan kabel ke PC atau ke Hub menggunakan jack/konektor RJ 45.
Prosedur pemasangan kabel UTP untuk menghubungkan perangkat- perangkat jaringan ada 2 cara:
1. Straight
2. Cross
Agar kabel UTP kategori 5 dapat mengalirkan data dengan bandwith 100 Mbps maka kabel UTP tersebut harus dipasang pada konektor RJ45 dengan urutan warna sebagai berikut:

Kabel Straight



Kabel Cross




Kegunaan Kabel Straight



kegunaan Kabel cross


Media Tanpa Kabel (Wireless)

Penghubung media jaringan ini dapat menggunakan transmisi :
Gelombang radio
Microwave, atau
Infrared.
Jaringan tanpa kabel saat ini semakin banyak digunakan karena peningkatan jumlah WAN, dan kebutuhan komputer berjalan (mobile computing).




Gelombang Radio
Teknologi radio mengirim data melalui frekuensi radio dan secara praktis tidak terdapat batasan jarak.
Teknologi ini digunakan untuk menghubungkan LAN melewati jarak geografik yang sangat jauh.
Transmisi Radio biasanya mahal, dan harus mengikuti peraturan/regulasi pemerintah, dan sangat rentan terhadap interference elektronik dan atmosfir.
Teknologi ini sangat mudah didengar, sehingga membutuhkan encrypsi atau modifikasi transmisi lainnya untuk mendapatkan level keamanan yang dapat diterima.


Media Tanpa Kabel (Wireless)
Gelombang Radio

gambar 34

Microwaves
Transmisi data Microwave menggunakan frekuensi tinggi untuk jarak dekat dan transmisi global;
Keterbatasan utama adalah antara pengirim (transmitter) dan penerima (receiver) harus dapat saling terlihat atau disebut juga dengan line of sight (LOS).
Transmisi Microwave biasanya digunakan untuk menghubungkan LAN dalam gedung terpisah, dimana penggunaan media fisik sangat tidak memungkinkan atau tidak praktis.
Teknologi wireless yang banyak dipakai menggunakan standar IEEE 802.11B untuk indoor (dalam ruangan) dan IEEE 802.16 untuk outdoor (luar ruangan), yaitu dengan menggunakan frekuensi pembawa 2,4 GHz dan kecepatan pemindahan data sampai 11 Mbps.
Sebuah indoor unit dengan antena luar, bisa mencapai maksimum sekitar 5 Km sedangkan sebuah outdoor unit dengan antena luar, bisa mencapai sampai 40 Km.

Tidak ada komentar: